Kegiatan Penting Terlupakan Karena Obsesi Pekerjaan

Kegiatan Penting Terlupakan Karena Obsesi Pekerjaan

Kegiatan penting sering kali kamu mudah melupakannya karena menganggapnya sebagai sesuatu hal remeh, apalagi jika sudah beradu dengan urgensi tugas kantor. Kamu begitu Obsesi Pekerjaan ingin melahap jobdesk menumpuk setinggi candi borobudur, memangnya apa sih yang dikejar? Pengen masuk daftar keajaiban dunia gitu?

Sesungguhnya, jebakan karyawan baru lulusan fresh graduate ada dua macam, di mana keduanya berpotensi meracunimu secara perlahan, sekarat tanpa sadar. Pertama, bekerja mengandalkan asas perhitungan atau terbilang pelit. Hanya bertindak seputaran ranah jobdesk pribadi sehingga sulit untuk maju dan berkembang dan ini adalah masalah di kehidupan.

Kegiatan Penting Terlupakan Karena Obsesi Pekerjaan

Kedua, berkebalikan 180 derajat pada point pertama, datang paling pagi dan pulang paling terakhir supaya mendapat predikat karyawan teladan sekantor. Kamu tidak pernah menolak apabila atasan memintamu lembur, bahkan seringkali kamu menawarkan diri duluan sebagai volunteer dengan harapan atasan melihatmu.

Sekarang kamu punya hobi baru di akhir pekan: bermalas-malasan tidur ekstrim sepanjang hari mulai matahari terbit hingga tenggelam sebelah barat. Seakan masih kurang effort ingin terlihat paling menonjol di antara sekumpulan karyawan baru, week-end kamu sikat juga menyelesaikan kerjaan kantor.

Memang benar adanya, semua kerja kerasmu terbayarkan dengan pantas karena kamu bisa memiliki apapun barang keinginanmu, tinggal tunjuk lalu gesek. Sebentar lagi kerelaanmu membanting tulang siang malam bakalan mendapat sambutan hangat beberapa waktu ke depan karena peluang promosi dari bos telah menunggumu.

Kegiatan Penting Kamu Korbankan Demi Prestasi Duniawi Dalam Obsesi Pekerjaan

Terlalu mencintai profesi tidak boleh menjadi pembenaran hingga mengorbankan kebutuhan dasar manusia normal yaitu makan secara teratur dua kali sehari. Setiap insan punya motif pribadi masing-masing terkait kegilaannya memporsir tenaga, jiwa, dan raga, sehubungan aktifitas perusahaan tempat ia menambang harta.

Mungkin saja kamu termasuk tipe orang pencari pemenuhan puasnya lahir batin dari penciptaan hasil karya tertentu, atau sekedar insting alamiah. Makan makanan bergizi merupakan kegiatan penting dalam usaha tubuh memenuhi asupan nutrisi agar kita tetap bisa bertahan hidup setiap harinya.

Kegiatan Penting Kamu Korbankan Demi Prestasi Duniawi

Jika kamu kesulitan menyeimbangkan pola hidup sehat dengan hectic-nya tugas seabrek dari perusahaan tempatmu bekerja, besar kemungkinan bahwa kamu belum dewasa. Keseringan melupakan jadwal makan bagaikan bom waktu yang siap meledak kapanpun sampai akhirnya tubuh menjadi drop, akibat Obsesi Pekerjaan seperti kuda.

Badan manusia sepantasnya mendapat maintenance teratur untuk memberinya kesempatan memulihkan tenaga pasca menghadapi penatnya beban pekerjaan seharian penuh di kantor. Memaksakan diri mengoperasikan tubuh melebihi ambang batas normal berturut-turut sangatlah berbahaya karena berdampak fatal pada tumbangnya sistem daya tahan imunitas.

Berolahraga menjadi sebuah kegiatan penting sebagai kesempatan berkeringat, namun ikutan kamu kesampingkan dengan dalih kehabisan waktu senggang, ludes tak bersisa. Rutin mengolah fisik terbukti dapat memperpanjang usia serta harapan hidup misalnya seperti jogging santai, push up, sit up, atau treadmill.

Bekerja Sekuat Tenaga Demi Kebahagiaan Keluarga, Ironisnya Mengabaikan Quality Time

Quality time bersama keluarga di rumah merupakan bagian dari kegiatan penting karena dapat menciptakan chemistry terjalin kuat antar seluruh anggota. Anakmu bakalan kurang kasih sayang apabila kamu keasyikan berangkat kerja ketika mereka belum bangun, sementara malam harinya sudah memejamkan mata.

Ironisnya Mengabaikan Quality Time

Melakukan aktifitas berulang mulai dari bertarung menghadapi deadline senin – jumat, lalu balas dendam bermalas-malasan plus tidur panjang mengerdilkan lingkup sosialmu. Sebagai makhluk bernama ilmiah Homo Sapiens, kita tidak bisa hidup sendirian alias butuh orang lain untuk bisa saling mendukung bersama-sama.

Ingatkah kalian akan kesenangan menggeluti hobi sampai tanpa sadar membuat mata berbinar saking excited mengutak-atik suatu benda memancing rasa penasaran? Apapun bentuknya, menjalani hobi kegemaran berfungsi luar biasa menanggulangi stress berlebih karena pressure tinggi yang berasal dari pekerjaan di kantor.

Sebagian besar dari kita pastilah tidak disiplin menyisihkan sejumlah uang dari gaji bulanan untuk masuk celengan, alias mengabaikan pentingnya menabung. Sia-sia lah badan rontok sampai seolah remuk rasanya, apabila kamu terbiasa menghambur-hamburkan income sehingga telah habis tanpa bekas menjelang akhir bulan.

Semua bentuk rejeki sejatinya merupakan titipan Yang Maha Kuasa sehingga kita wajib mengulurkan tangan membantu saudara kita yang bernasib kurang beruntung. Jangan menunggu tajir melintir dahulu baru punya niat berbagi kepada kaum dhuafa karena pada prakteknya kita tumbuh menjadi pribadi pelit.